Apa Itu Madu Mentah? Berikut Penjelasannya
Selasa, 14 Januari 2025 - 13:36 WIBFoto: liputan6
Madu adalah salah satu bahan alami yang kaya akan nutrisi dan memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.
Melansir kompas.com, produk yang dihasilkan oleh lebah madu ini dipercaya mampu melindungi tubuh dari penyakit serta membantu pemulihan berbagai masalah kesehatan jika dikonsumsi secara rutin.
Terdapat beragam jenis madu di pasaran, tergantung pada jenis lebah yang memproduksinya atau sumber pakan yang digunakan, seperti madu kaliandra, madu kelengkeng, dan madu rambutan. Selain itu, ada juga istilah madu mentah yang sering disebut oleh para penjual madu.
Dikutip dari kompas.com, Ketua Kelompok Tani Sadar Tani Muda Desa Bojongmurni, Iyan Supriyadi, menjelaskan bahwa madu mentah adalah madu yang tidak melalui proses pengolahan.
“Madu mentah tidak diproses pasca-panen. Biasanya hanya dipanen, diperas, disaring, lalu langsung dikemas,” ungkap Iyan yang juga mengelola peternakan lebah di kaki Gunung Pangrango.
Madu mentah memiliki kandungan asli seperti yang ada di sarang lebah. Tidak ada proses tambahan seperti pasteurisasi, pengentalan, atau filtrasi. Umumnya, madu mentah hanya disaring untuk memisahkan sisa sarang lebah atau lebah yang mati, lalu langsung dikemas atau dikonsumsi.
Perbedaan Madu Mentah dan Madu Biasa
Salah satu perbedaan utama antara madu mentah dan madu biasa adalah teksturnya. Madu mentah cenderung lebih cair karena kadar airnya lebih tinggi, yakni sekitar 25–27 persen. Sebaliknya, madu biasa yang telah melalui pengolahan memiliki konsistensi yang lebih kental dengan kadar air sekitar 21–23 persen.
Selain tekstur, madu biasa umumnya telah melewati beberapa proses tambahan, seperti:
1. Filtrasi
Proses ini bertujuan untuk membersihkan madu dari kotoran dan gelembung udara, sehingga madu terlihat lebih bersih dan tahan lama. Beberapa produk bahkan menggunakan ultrafiltrasi yang membuat madu menjadi sangat lembut dan transparan. Namun, proses ini bisa mengurangi kandungan nutrisi penting seperti polen, enzim, dan antioksidan.
2. Pasteurisasi
Proses ini melibatkan pemanasan pada suhu tinggi untuk menghancurkan ragi dalam madu. Pasteurisasi membuat madu lebih tahan lama dan memiliki tekstur yang lebih lembut.
Madu mentah memiliki kandungan gizi yang lebih kaya dibandingkan madu biasa. Dalam madu mentah terdapat sekitar 22 asam amino, 31 jenis mineral, serta banyak vitamin dan enzim.
Selain itu, madu mentah mengandung 30 senyawa tanaman bioaktif, seperti polifenol, yang berfungsi sebagai antioksidan alami.
Sebaliknya, madu biasa memiliki kandungan antioksidan yang jauh lebih rendah—bahkan hingga 4,3 kali lebih sedikit dibandingkan madu mentah.
Proses pengolahan seperti filtrasi dan pasteurisasi menyebabkan hilangnya polen, yang sebenarnya mengandung lebih dari 250 zat penting, termasuk vitamin, asam amino, asam lemak, dan antioksidan.
Madu mentah dan madu biasa memiliki kelebihan masing-masing. Madu mentah menawarkan manfaat kesehatan yang lebih optimal berkat kandungan nutrisinya yang masih utuh.
Namun madu biasa lebih awet dan memiliki tekstur yang sesuai dengan preferensi banyak orang.

