Cimenga Lebak Banten Hasilkan Gula Aren Kelas Dunia
Jumat, 14 Februari 2025 - 10:07 WIBFoto: titipbeliin
Gula aren cimenga yang diproduksi oleh perajin di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, dikenal memiliki kualitas dunia.
Melansir Antara News, keunggulan gula ini terletak pada proses pembuatannya yang masih menggunakan metode tradisional, sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.
Menurut Awa (45), pemilik Toko Najwa yang menjual berbagai makanan tradisional di Rangkasbitung, gula aren cimenga memiliki daya tahan yang lama, aroma yang khas, serta rasa yang sangat manis.
Permintaan Stabil di Pasar
Selama pandemi, permintaan gula aren cimenga tetap stabil karena kualitasnya lebih unggul dibandingkan dengan gula dari daerah lain seperti Sobang dan Cibeber.
Saat ini, pihaknya memasok gula aren cimenga ke berbagai daerah, termasuk Garut, Jawa Barat. Dalam satu kali pengiriman, Awa bisa mengirim hingga empat toros atau setara dengan 100 unit gula aren.
Harga jual per toros rata-rata Rp300 ribu, sehingga dalam sehari bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp9 juta dari penjualan 30 toros.
Sebagian besar konsumennya berasal dari luar Banten, terutama dari Tenjo hingga Garut, yang menggunakan gula aren sebagai bahan baku pembuatan dodol. Dalam satu minggu, ia bisa menerima pasokan hingga 200 toros dari para perajin.
Pasokan ke Berbagai Kota
Undang (60), pedagang gula aren cimenga lainnya, juga mengalami permintaan tinggi. Ia memasok produknya ke Tangerang, Serpong, hingga Jakarta, dengan volume mencapai 300 toros per minggu. Dari jumlah tersebut, ia bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp90 juta per pekan.
Sebagian besar pembeli berasal dari industri makanan, termasuk pelaku usaha rumahan dan pasar tradisional. Undang mengakui bahwa bisnis gula aren cimenga telah menopang perekonomian keluarganya selama bertahun-tahun serta membuka lapangan kerja bagi banyak orang.
Kontribusi Besar bagi Perekonomian Daerah
Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi, mengungkapkan bahwa produksi gula aren menjadi salah satu sumber pendapatan utama masyarakat di Kabupaten Lebak.
Hampir seluruh wilayah di 28 kecamatan di Lebak memiliki perkebunan aren atau pohon nira sebagai bahan baku utama pembuatan gula aren.
Perputaran ekonomi dari industri gula aren di daerah ini mencapai miliaran rupiah per tahun dan telah menciptakan ribuan lapangan kerja, terutama di pedesaan.
Bahkan beberapa produk gula aren, baik dalam bentuk cetak maupun gula semut, telah berhasil menembus pasar ekspor melalui kelompok usaha bersama (KUBE) Mitra Mandala Sobang.
Salah satu keunggulan gula aren dari Kabupaten Lebak adalah statusnya sebagai produk organik. Pohon aren di daerah ini tumbuh secara alami di kawasan perbukitan dan pegunungan tanpa terpapar pupuk kimia, sehingga menghasilkan gula aren yang lebih sehat dan berkualitas tinggi.

