Meningkatkan Kualitas Biji Kakao Indonesia untuk Pasar Global
Sabtu, 22 Februari 2025 - 19:05 WIBFoto: idntimes
Sebagai salah satu negara penghasil kakao terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam memproduksi cokelat berkualitas tinggi.
Namun variasi kualitas biji kakao di berbagai daerah masih menjadi tantangan yang perlu diatasi agar daya saingnya semakin meningkat.
Melansir ugm.ac.id, sebuah penelitian terbaru dari tim dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri menyoroti pentingnya proses pascapanen, terutama fermentasi dan pengeringan, dalam menentukan mutu biji kakao. Studi ini melibatkan analisis terhadap biji kakao dari empat wilayah berbeda di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji kakao dari Gunung Kidul memiliki tingkat fermentasi terbaik dibandingkan daerah lainnya.
Fermentasi yang optimal berperan penting dalam mengurangi rasa pahit alami kakao dan menghasilkan aroma khas yang lebih disukai oleh konsumen.
Sebaliknya, biji kakao dari Papua masih menunjukkan tingkat fermentasi yang rendah, bahkan sebagian ditemukan dalam kondisi berjamur.
Selain fermentasi, kadar air pada biji kakao juga menjadi perhatian utama. Penelitian ini menemukan bahwa rata-rata kadar air biji kakao dari keempat daerah masih melebihi batas yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI).
Kadar air yang tinggi dapat meningkatkan resiko pertumbuhan jamur dan bakteri, sehingga berpengaruh pada kualitas biji kakao.
“Penelitian ini mengungkapkan bahwa masih ada peluang besar untuk meningkatkan kualitas biji kakao Indonesia,”* ujar Putri Rousan Nabila, S.T., M.T., selaku ketua penelitian.
“Dengan perbaikan dalam proses fermentasi dan pengeringan, serta peningkatan kesadaran petani akan pentingnya standar mutu, kita dapat memperkuat daya saing kakao Indonesia di pasar global.”
Mendukung Produksi Berkelanjutan
Selain berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kakao, penelitian ini juga mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12, yaitu menciptakan sistem produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Dengan memastikan produk pertanian berkualitas tinggi, Indonesia dapat mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta mengurangi pemborosan sumber daya.
Rekomendasi untuk Peningkatan Mutu Kakao
Berdasarkan temuan penelitian, tim peneliti memberikan beberapa rekomendasi, antara lain:
- Peningkatan teknik fermentasi
Pelatihan dan pendampingan bagi petani agar mereka dapat melakukan fermentasi dengan metode yang tepat.
- Optimalisasi pengeringan
Penyediaan fasilitas pengeringan yang lebih baik agar kadar air dalam biji kakao dapat dikurangi secara efektif.
- Standarisasi mutu
Penerapan standar kualitas yang lebih ketat sesuai SNI 01-232-2008 guna memastikan biji kakao Indonesia memenuhi kriteria pasar internasional.
Dengan berbagai langkah perbaikan ini, diharapkan kualitas biji kakao Indonesia dapat terus meningkat, memberikan manfaat bagi petani, serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri kakao global.

