Mengapa Kita Tidak Boleh Menyimpan Biji Kopi Terlalu Lama
Kamis, 27 Februari 2025 - 22:36 WIBFoto: tribunnews
Biji kopi memiliki masa kesegaran yang terbatas. Jika disimpan terlalu lama, kualitasnya akan menurun, yang berdampak pada aroma dan rasa kopi yang dihasilkan.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri biji kopi yang sudah tidak segar agar tetap bisa menikmati kopi dengan cita rasa terbaik.
Melansir CNN, biji kopi yang basi tidak hanya mengurangi kenikmatan saat diseduh, tetapi juga membuat rasa kopi menjadi hambar.
Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mungkin mengonsumsi kopi dari biji yang sudah melewati masa segarnya. Berikut beberapa tanda biji kopi yang sudah tidak layak digunakan.
Kehilangan Aroma Khas
Aroma kopi berasal dari minyak esensial yang terbentuk secara alami selama proses pertumbuhan dan pemanggangan. Minyak ini memberikan wangi khas seperti nutty, chocolaty, floral, atau manis.
Ketika biji kopi sudah basi, aroma ini menghilang karena minyak esensialnya telah menguap dan mengalami oksidasi.
Rasa Kopi Menjadi Hambar
Kopi yang segar memiliki rasa yang kaya dan kompleks. Jika biji kopi sudah tidak segar, rasanya akan menjadi hambar atau bahkan terlalu asam. Semakin lama kopi disimpan, semakin banyak minyak esensial yang menguap, sehingga rasa khas kopi pun berkurang. Untuk menjaga kualitasnya, biji kopi sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 2-4 minggu setelah proses sangrai.
Tidak Mengembang Saat Diseduh
Biji kopi segar akan mengalami proses blooming ketika diseduh dengan air panas. Proses ini ditandai dengan keluarnya gelembung CO₂, yang membuat kopi tampak mengembang. Jika kopi tidak mengembang saat diseduh, itu menandakan bahwa biji kopi sudah terlalu lama disimpan dan tidak lagi mengandung cukup gas CO₂.
Permukaan Biji Kopi Terlalu Berminyak
Biji kopi yang masih segar umumnya memiliki tekstur kering dan tidak mengilap. Jika biji kopi terlihat berminyak atau terasa licin saat disentuh, itu menandakan bahwa minyak esensialnya telah keluar ke permukaan akibat penyimpanan yang terlalu lama atau kondisi yang kurang ideal.
Tekstur Biji Kopi Tidak Renyah
Biji kopi yang masih dalam kondisi baik akan terasa renyah saat digigit atau ditekan dengan kuku. Jika biji kopi terasa keras atau alot, itu menandakan bahwa kopi sudah melempem dan kehilangan kesegarannya.
Aroma yang Tidak Sedap
Selain kehilangan aroma khasnya, biji kopi yang sudah melewati masa segarnya bisa mengeluarkan bau apak, asam, atau tidak sedap. Hal ini biasanya disebabkan oleh penyimpanan yang tidak tepat, seperti terlalu lama dibiarkan terbuka atau terkena kelembapan, sehingga biji kopi menyerap bau dari lingkungan sekitarnya.
Espresso Kehilangan Krema
Salah satu tanda kesegaran kopi bisa dilihat dari krema pada espresso, yaitu lapisan busa keemasan di permukaan kopi yang baru diseduh. Jika espresso yang dibuat tidak menghasilkan krema atau hanya memiliki lapisan yang sangat tipis, itu bisa menjadi indikasi bahwa biji kopi yang digunakan sudah tidak segar lagi.
Untuk mendapatkan secangkir kopi yang nikmat, pastikan selalu menggunakan biji kopi yang masih segar.
Penyimpanan yang baik, seperti menggunakan wadah kedap udara dan menjauhkannya dari sinar matahari langsung, dapat membantu menjaga kualitas kopi lebih lama.

