Harga Kopi Dunia Melonjak, Indonesia Diuntungkan?
Selasa, 04 Maret 2025 - 10:28 WIBFoto: bbc
Harga kopi global saat ini mengalami lonjakan signifikan, mencapai rekor tertinggi dalam setengah abad terakhir.
Melansir Kompas, menurut Suryono, perwakilan dari Koperasi Alko di Jambi, kondisi ini justru memberikan keuntungan bagi Indonesia dalam jangka pendek.
"Biasanya, kopi arabika dari Indonesia dikenal memiliki harga yang tinggi, sekitar 7-9 dolar AS per kilogram. Namun, sekarang justru harga kopi Brasil yang naik hingga 8 dolar AS per kilogram, sementara harga kopi kita masih tetap," jelasnya kepada Kompas.com pada Minggu (2/3/2025).
Karena harga kopi Indonesia lebih kompetitif, ada kemungkinan pembeli dari luar negeri akan lebih banyak mencari produk dari dalam negeri.
Produksi Kopi Indonesia Masih Stabil
Meskipun berbagai negara produsen kopi seperti Amerika Latin, Vietnam, dan Afrika mengalami gagal panen akibat kondisi cuaca ekstrem, produksi kopi di Indonesia masih cukup stabil.
"Memang ada tantangan cuaca dan iklim, tapi dampaknya belum terlalu besar untuk saat ini," kata Suryono.
Salah satu dampak dari perubahan cuaca adalah waktu panen yang lebih cepat dari biasanya. Contohnya di Aceh, yang biasanya panen pada bulan April, kini sudah mulai sejak Januari. Hal ini membuat stok kopi tetap tersedia tanpa jeda karena daerah lain seperti Padang, Jambi, dan Bandung panennya lebih belakangan.
"Jadi, saat ini kopi tetap tersedia sepanjang waktu karena panennya bergiliran," tambahnya.
Peremajaan Tanaman Jadi Tantangan ke Depan
Meski situasi saat ini masih menguntungkan, Suryono menekankan pentingnya peremajaan tanaman kopi di Indonesia.
"Sebagian besar tanaman kopi kita sudah berusia lebih dari 15 tahun, yang berarti produktivitasnya mulai menurun. Ini yang perlu segera kita perhatikan," ujarnya.
Sebelumnya, kompas.com melaporkan bahwa kenaikan harga kopi dunia disebabkan oleh perubahan iklim, terutama di Brasil dan Honduras, yang mengalami curah hujan terlambat sehingga panen mereka gagal.
Walaupun saat ini Indonesia masih mendapat keuntungan dari kondisi tersebut, bukan tidak mungkin dampak perubahan iklim akan turut dirasakan di masa depan.

