Pilihan Kopi Rendah Kafein yang Aman untuk Dikonsumsi Saat Ramadan
Minggu, 09 Maret 2025 - 16:16 WIBFoto: antara
Bagi pencinta kopi, menghentikan kebiasaan minum kopi bisa terasa sulit. Saat bulan Ramadan, mengurangi asupan kafein mungkin perlu dilakukan agar tidak mengganggu pola tidur dan kesehatan selama berpuasa.
Banyak orang yang tetap ingin menikmati kopi saat sahur atau setelah berbuka. Tetapi konsumsi kopi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan efek samping, seperti gangguan tidur jika diminum terlalu malam atau meningkatkan resiko dehidrasi akibat efek diuretiknya.
Melansir Detik, bagi yang ingin tetap menikmati kopi tanpa khawatir berlebihan, ada beberapa jenis kopi dengan kadar kafein lebih rendah yang lebih aman dikonsumsi saat Ramadan. Berikut beberapa pilihannya:
Kopi Decaf
Kopi decaf atau decaffeinated telah mengalami proses pengurangan kafein sehingga kadar kafeinnya jauh lebih rendah dibandingkan kopi biasa. Kopi ini menjadi pilihan aman bagi mereka yang tetap ingin menikmati kopi tanpa resiko sulit tidur atau gangguan lambung.
Minum kopi decaf setelah berbuka puasa tidak akan terlalu memengaruhi asam lambung dan juga dapat mengurangi resiko dehidrasi yang biasanya dikaitkan dengan konsumsi kopi berkafein tinggi. Mengutip Coffeenatics, rasa kopi decaf tetap sama seperti kopi biasa meskipun kandungan kafeinnya lebih rendah.
Kopi Arabika
Jenis kopi ini dikenal memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibandingkan Robusta. Kopi Arabika sering kali menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin menikmati kopi dengan efek kafein yang lebih ringan.
Jika dibandingkan dengan Robusta yang memiliki kadar kafein sekitar 2,2 - 2,7% dari berat bijinya, Arabika hanya mengandung sekitar 1,2 - 1,5%.
Karena itu, kopi ini lebih ramah bagi lambung dan lebih aman untuk diminum di bulan puasa. Selain itu, Arabika bisa disajikan dalam berbagai varian, baik sebagai kopi hitam maupun dicampur dengan susu atau pemanis.
Cold Brew
Metode penyeduhan juga mempengaruhi kadar kafein dalam kopi. Cold brew atau penyeduhan dengan air dingin adalah salah satu metode yang direkomendasikan bagi mereka yang ingin mengurangi asupan kafein selama Ramadan.
Dalam prosesnya, cold brew diekstraksi perlahan dengan air bersuhu rendah, sehingga kadar kafeinnya tidak setinggi kopi yang diseduh dengan air panas.
Selain lebih aman bagi lambung, cold brew juga bisa dikonsumsi kapan saja, baik setelah berbuka maupun di waktu sahur.
Cold brew bisa dinikmati sebagai kopi hitam atau dikombinasikan dengan tambahan seperti susu, krim, atau sirup untuk memberikan rasa yang lebih bervariasi.
Kopi Herbal
Kopi herbal merupakan minuman yang dibuat dari campuran berbagai rempah, akar-akaran, atau buah-buahan yang dikeringkan dan diseduh seperti kopi. Beberapa racikan kopi herbal juga mengandung sedikit kopi, tetapi dengan dominasi bahan alami lainnya.
Rasa kopi herbal lebih kompleks karena campuran bahan-bahan alami yang digunakan. Di beberapa negara Timur Tengah, misalnya, kopi sering kali dipadukan dengan rempah-rempah seperti cengkeh, kapulaga, dan kayu manis untuk menciptakan aroma dan rasa yang khas.
Menurut ahli gizi, kopi herbal murni yang tidak mengandung kopi sama sekali tidak memiliki kafein, sehingga bisa menjadi alternatif terbaik bagi mereka yang ingin tetap menikmati minuman dengan cita rasa seperti kopi tanpa efek samping kafein selama Ramadan.
Dengan memilih jenis kopi yang lebih rendah kafein, pencinta kopi tetap bisa menikmati minuman favorit mereka tanpa mengganggu kesehatan selama berpuasa.

