Dukung Kemandirian Pangan, DPP LDII Kembangkan Sorgum
Sabtu, 15 Maret 2025 - 18:43 WIBTepung Sorgum Timurasa Indonesia
Program swasembada pangan merupakan salah satu prioritas utama dari Pemerintah Prabowo-Gibran. Mulai tahun 2025, pemerintah bertekad untuk menghentikan impor beras dan memenuhi seluruh kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri.
Sebagai upaya mendukung kemandirian pangan, DPP LDII mengembangkan sorgum sebagai alternatif pengganti beras. DPP LDII telah menetapkan tiga daerah sebagai proyek percontohan, yaitu Kabupaten Blora di Jawa Tengah, Tanah Laut di Kalimantan Selatan, dan Tanjung Selor di Kalimantan Utara.
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, mengungkapkan bahwa di Blora telah dilakukan panen raya sorgum di lahan seluas 30 hektar.
"Setelah melihat perkembangan tanaman sorgum ini, prospeknya sangat baik untuk mendukung ketahanan pangan. Bupati Blora bahkan telah menyediakan lahan seluas 200 hektar," ujar Chriswanto saat berbuka puasa bersama di Kantor DPP LDII, Jalan Arteri Tentara Pelajar, Jakarta Selatan, pada Minggu, 11 Maret 2025.
Menurut Chriswanto, sorgum merupakan tanaman serealia yang cukup dikenal sebagai sumber pangan alternatif, terutama di Indonesia dan daerah tropis lainnya. Tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan berpotensi besar sebagai pengganti beras.
Biji sorgum berbentuk bulat kecil dengan warna kecoklatan. Tanaman ini dapat digunakan sebagai alternatif gandum dan memiliki ketahanan tinggi terhadap kekeringan, sehingga sangat cocok untuk daerah tropis.
Selain untuk konsumsi manusia, sorgum juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan sumber energi alternatif seperti bioetanol. Sorgum mengandung protein, serat, kalsium, fosfor, dan zat besi yang lebih tinggi dibandingkan beras, serta memiliki kadar lemak dan gula yang lebih rendah.
Dalam 100 gram sorgum mentah, terdapat sekitar 330 kalori dan berbagai nutrisi penting, seperti:
- Protein: 11 gram
- Karbohidrat: 72 gram
- Lemak: 3 gram
- Serat: 7 gram
Sorgum juga kaya akan zat besi, magnesium, fosfor, kalium, selenium, zinc, vitamin B1 (tiamin), dan vitamin B6 (piridoksin). Selain itu, biji-bijian ini mengandung senyawa tanin, fenolik, dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan.
Sorgum memiliki kemampuan adaptasi yang luas terhadap berbagai kondisi lingkungan. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik baik dalam kondisi banjir maupun kekeringan, menjadikannya pilihan ideal untuk daerah dengan kondisi tanah yang kurang stabil.
Kemampuan sorgum untuk bertahan dalam kondisi ekstrem seperti banjir dan kekeringan membuatnya cocok untuk daerah dengan iklim yang tidak menentu. Selain itu, tanaman ini dapat ditanam berulang-ulang (ratun) dalam satu musim tanam, memungkinkan petani untuk memperoleh hasil panen lebih banyak dalam waktu yang relatif singkat.
Sorgum mampu memanfaatkan sumber daya secara efisien, sehingga dapat menghasilkan panen yang baik meskipun ditanam di lahan yang kurang subur atau tidak optimal.

