Kakao Berau: Komoditas Berkualitas Tinggi dari Kalimantan Timur
Senin, 24 Maret 2025 - 13:22 WIBFoto: foodreview
Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, selama ini lebih dikenal sebagai daerah penghasil batu bara dan kelapa sawit.
Selain komoditas tersebut, Berau juga memiliki potensi besar dalam produksi kakao yang mulai mendapat perhatian di tingkat nasional dan internasional.
Dilansir dari Good News From Indonesia, belum lama ini, kakao asal Berau berhasil meraih predikat terbaik dalam ajang SIAL Interfood di Jakarta.
Penghargaan tersebut bertepatan dengan perayaan Hari Kakao Internasional ke-10. Dalam kompetisi tersebut, kakao Berau mengungguli peserta dari 40 kota di seluruh Indonesia, termasuk dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.
Kualitas Kakao Berau yang Diakui
Keunggulan kakao Berau bukan tanpa alasan. Cita rasanya yang khas serta kualitasnya yang tinggi membuatnya diakui sebagai salah satu yang terbaik.
Produksi kakao di wilayah ini mengalami perkembangan pesat sejak 2018. Berdasarkan data dari situs resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, produksi kakao Berau pada 2018 mencapai 600 kg per hektare. Jumlah ini meningkat menjadi 750 kg per hektare pada 2021, dengan total luas perkebunan mencapai 3.200 hektare.
Dari segi pasar, kakao Berau telah menembus pasar internasional. Sejak 2020, Berau Cocoa bekerja sama dengan PT Berau Coal untuk mengekspor kakao ke berbagai negara, termasuk Filipina, Taiwan, Australia, dan Italia. Pada 2021, Jepang juga mulai mengimpor kakao Berau yang telah melalui proses fermentasi.
Dukungan Pemerintah dan Penghargaan Internasional
Pesatnya perkembangan kakao Berau juga didorong oleh dukungan pemerintah melalui program Dinas Perkebunan, yaitu Gerakan Mengembangkan Agribisnis Kakao (GEMARI KAKAO).
Program ini bertujuan untuk memperkuat sektor kakao serta memberikan alternatif pendapatan bagi para petani melalui diversifikasi komoditas.
Prestasi kakao Berau di tingkat global juga telah terbukti. Pada 2021, kakao Berau masuk dalam delapan besar biji kakao khas Indonesia yang berhasil lolos seleksi Cocoa of Excellence di Paris.
Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi yang menilai kakao berkualitas premium dari berbagai belahan dunia.
Selain itu, kakao Berau juga telah mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Sertifikasi ini menandakan bahwa kakao Berau memiliki karakteristik dan kualitas unik yang dipengaruhi oleh faktor geografis, baik dari segi lingkungan maupun teknik pengolahannya.
Cita Rasa Khas Kakao Berau
Dari segi rasa, cokelat khas Berau memiliki profil rasa yang unik. Ciri khasnya adalah sentuhan rasa kacang yang cukup dominan, dipadukan dengan aroma floral dan sedikit nuansa kayu. Dengan karakteristik ini, kakao Berau berpotensi dikembangkan menjadi produk single origin seperti kopi.
Berkat kualitasnya yang unggul, kakao Berau telah memenuhi standar nasional dengan mendapatkan sertifikasi SNI 01–2323–2008. Dengan pengakuan ini, kakao Berau semakin diperhitungkan sebagai komoditas premium yang layak bersaing di pasar global.

