Fakta-Fakta Unik Andaliman, Merica Batak Yang Digunakan Pada Masterchef Indonesia
Minggu, 06 April 2025 - 12:52 WIBAndaliman Timurasa Indonesia
Rempah khas Batak ini semakin populer setelah kerap digunakan oleh para kontestan MasterChef Indonesia dalam dua musim terakhir (season 11 dan 12). Salah satu peserta asal Sumatera Utara, Nata, pada season 11 secara konsisten menonjolkan cita rasa unik andaliman dalam berbagai kreasi masakannya.
Penggunaan andaliman dalam kompetisi memasak bergengsi ini tidak hanya memperkenalkan rempah lokal kepada khalayak luas, tetapi juga menunjukkan potensinya untuk dieksplorasi dalam masakan modern. Kreativitas Nata dalam mengolah andaliman menjadi salah satu ciri khas yang membuat penampilannya di kompetisi tersebut begitu berkesan.
Tren penggunaan andaliman terus berlanjut di musim terkini MasterChef Indonesia season 12. Rudi, kontestan berbakat asal Tapanuli, Sumatera Utara, konsisten mengandalkan rempah khas daerahnya ini dalam berbagai kreasi masakannya. Kesetiaannya menggunakan andaliman tidak hanya memperkaya cita rasa hidangan, tetapi juga semakin memperkenalkan keunikan rempah lokal ini kepada penonton di seluruh Indonesia.
Disebut Merica Batak
Dikenal sebagai "lada Batak", andaliman menawarkan karakteristik rasa yang khas dengan kombinasi pedas menyengat dan nuansa getir yang khas, disertai aroma tajam yang mudah dikenali. Secara visual, rempah ini memiliki penampakan bulat berukuran kecil yang sangat mirip dengan butiran lada pada umumnya.
Kesamaan bentuk dan profil rasa dengan lada inilah yang kemudian menginspirasi sebutan "lada Batak" untuk rempah asli Sumatera Utara ini. Namun, andaliman sebenarnya memiliki kompleksitas rasa yang lebih unik dibandingkan lada biasa, dengan sensasi rasa yang lebih berlapis dan aroma yang lebih khas.
Tumbuh Di Tanah Batak
Rempah andaliman memiliki persebaran geografis yang sangat terbatas, terutama hanya dapat ditemukan di wilayah Sumatera Utara. Spesies ini secara alami tumbuh subur di kawasan tanah Batak, dengan habitat ideal di daerah dataran tinggi sekitar Danau Toba.
Yuwanto, pemilik usaha kuliner Nasi Liman, mengungkapkan fakta menarik tentang kelangkaan rempah ini. Menurut penjelasannya, andaliman merupakan jenis lada endemik Indonesia yang belum banyak dikenal masyarakat luas, meskipun memiliki cita rasa yang sangat khas. Pernyataan ini menggarisbawahi potensi andaliman sebagai komoditas lokal unggulan yang masih perlu lebih diperkenalkan.
Cocok Dibuat Sambal
Kandungan pedas yang intens pada andaliman menjadikannya bahan utama yang sempurna untuk sambal tuktuk - hidangan khas masyarakat Batak. Uniknya, meskipun andaliman sendiri sudah sangat pedas, racikan sambal ini tetap memadukannya dengan cabai dalam komposisi seimbang (1:1) atau sedikit lebih sedikit.
Proses penyempurnaan rasa dilakukan dengan menambahkan bawang dan perasan jeruk nipis yang memberikan dimensi kesegaran. Sambal andaliman ini biasanya menjadi pasangan sempurna untuk hidangan ikonik Batak seperti ikan mas arsik atau saksang, menciptakan harmoni rasa yang menggugah selera.

