Pulau Makian Hasilkan Oleh-Oleh Kuliner Khas Daerah
Kamis, 10 April 2025 - 09:49 WIBKacang Kenari Timurasa Indonesia
Berbagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Maluku Utara, khususnya yang berada di Pulau Makian, Halmahera Selatan, kini mulai mengolah kenari menjadi beragam produk kuliner dan oleh-oleh khas daerah.
Dilansir dari Antara News, Irmawati A. Husen, pemilik UMKM Ifamoy di Ternate, menyampaikan bahwa peluang besar dari hasil alam seperti kenari dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelaku usaha untuk menghasilkan produk-produk bernilai jual tinggi.
Ia menjelaskan bahwa usahanya telah mengembangkan berbagai olahan dari kenari, mulai dari makanan ringan dengan berbagai rasa seperti himalayah, lada hitam, gula merah, hingga rasa original.
Selain itu, produk lain seperti minyak kenari, selai, dan kopi berbahan dasar kenari juga mulai digemari.
Irmawati mengungkapkan bahwa meningkatnya produksi UMKM yang mengolah kenari turut berdampak pada nilai jual kacang tersebut di pasaran.
Sebelumnya harga kenari hanya sekitar tiga puluh ribu rupiah per kilogram, atau naik menjadi lima puluh ribu saat hari besar seperti Lebaran dan Natal. Namun saat ini, harga kenari bisa menembus lebih dari seratus ribu rupiah per kilogram sepanjang waktu.
Ia menambahkan, kenaikan harga ini tak lepas dari kontribusi UMKM yang memanfaatkan kenari secara luas. Meskipun keras dan memiliki lapisan kulit tebal, bagian dalam kenari mengandung banyak manfaat yang bernilai bagi kesehatan.
Kenari banyak ditemukan di Maluku Utara, terutama di Pulau Makian yang juga dikenal dengan sebutan pulau kenari. Kandungan nutrisinya bermanfaat untuk membantu meredakan peradangan dalam tubuh yang bisa memicu berbagai penyakit seperti jantung, diabetes, Alzheimer, bahkan kanker.
Kenari juga membantu mengontrol kadar gula darah, dan sangat direkomendasikan untuk penderita diabetes tipe 2 sebagai camilan sehat. Ini berdasarkan riset yang dipublikasikan dalam International Journal of Endocrinology and Metabolism.
Selain itu, konsumsi kenari diketahui dapat menurunkan tekanan darah dan mendukung fungsi otak.
Irmawati menjelaskan, dulunya kacang kenari tidak begitu dihargai meskipun punya banyak manfaat. Biasanya baru dicari saat menjelang Lebaran atau Natal karena digunakan sebagai bahan dalam pembuatan kue-kue. Namun setelah masa tersebut, nilainya cenderung turun.
Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Maluku Utara, Wa Zaharia, menyampaikan bahwa perkembangan usaha mikro di wilayahnya semakin menunjukkan peningkatan. Hal ini turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menjelaskan bahwa UMKM di Maluku Utara kini tersebar di sepuluh kabupaten dan kota, dengan Kota Ternate mencatat jumlah pelaku usaha terbanyak yaitu sekitar 69 ribu.
Disusul oleh Halmahera Selatan sebanyak 49 ribu dan Kabupaten Pulau Taliabu yang memiliki lebih dari 3 ribu pelaku usaha. Total keseluruhan pelaku usaha di provinsi ini mencapai lebih dari 217 ribu.
Wa Zaharia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM dalam hal pemasaran maupun pengembangan produk agar dapat bersaing.
Sementara itu, Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Koperasi dan UKM, tahun lalu telah mengalokasikan dana sebesar 2,7 miliar rupiah untuk mendukung usaha mikro, termasuk mereka yang bekerja sebagai pengemudi ojek dan pemilik warung kecil agar bisa berkembang dan berkontribusi dalam sektor usaha.

