Potensi Kakao Mendorong Perekonomian Petani di Kepulauan Yapen
Sabtu, 12 April 2025 - 21:19 WIBFoto: linkedin
Pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas kakao, terus didorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan pembangunan daerah.
Tanaman kakao dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang besar dalam mendukung kesejahteraan petani jika dikelola secara optimal.
Dilansir dari RRI, Paman Sory Kayai, salah satu petani yang aktif dalam produksi kakao, mengungkapkan bahwa harga biji kakao kering saat ini berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut memberikan harapan besar bagi para petani untuk meningkatkan pendapatan mereka.
“Harga seperti ini menjadi angin segar bagi kami petani kakao. Ini bisa jadi peluang besar jika kita kelola dengan serius,” kata Paman Sory.
Ia juga mengajak para petani lainnya untuk terus menjaga kualitas tanaman kakao mereka. Ia menekankan pentingnya perawatan dan perhatian terhadap proses budidaya, sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk lebih gencar memperluas program pengembangan kakao.
Paman Sory menyampaikan harapannya agar semangat menanam kakao dapat merambah tidak hanya kalangan petani, tetapi juga masyarakat adat di wilayah tersebut.
Dengan dukungan fasilitas dan infrastruktur yang terus membaik, ia optimistis kakao dari Kepulauan Yapen mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Melalui kerja sama antara petani, masyarakat, dan pemerintah, pengembangan kakao berpotensi menjadi tumpuan baru dalam mendorong perekonomian lokal yang berkelanjutan.

