Madu Hutan Sumbawa Kembali Tembus Pasar Internasional
Minggu, 20 April 2025 - 13:09 WIBFoto: bisnis
Di awal tahun 2021, sebanyak 240 kilogram madu hutan asal Sumbawa berhasil diekspor ke dua negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia.
Melansir Kobar Ksb, produk unggulan ini dihasilkan oleh kelompok Madu Lestari, yang merupakan mitra binaan dari PT PLN (Persero), dan berlokasi di Desa Semongkat, Kecamatan Batu Lanteh, Sumbawa.
Pengiriman madu hutan ke luar negeri bukanlah hal baru bagi kelompok ini. Setiap tahunnya, madu Sumbawa rutin diekspor ke berbagai negara, namun permintaan dari dalam negeri tetap menjadi prioritas utama bagi kelompok tersebut.
Ketua Kelompok Madu Lestari, M. Yamin, mengungkapkan bahwa sejak ikut serta dalam ajang Indonesia Creative Product Festival pada 2019 di Kuala Lumpur sebagai mitra PLN, peluang ekspor madu semakin terbuka lebar. Sejak saat itu, permintaan dari luar negeri terus meningkat secara signifikan.
Selama masa pandemi, minat masyarakat terhadap madu hutan murni juga melonjak. Dalam waktu satu bulan, kelompok ini yang terdiri dari 564 kepala keluarga, mampu memproduksi sekitar 1.400 liter madu hutan murni.
Kepala Karantina Pertanian Sumbawa, Ida Bagus Putu Raka Ariana, menyatakan bahwa para petani sangat terbantu dengan program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor atau Gratieks.
Dengan adanya pendampingan, mereka kini bisa mengurus dokumen karantina langsung di Sumbawa tanpa harus pergi ke Bali atau Lombok, sehingga waktu dan biaya lebih efisien.
Ia juga berharap agar potensi ekspor dari sektor pertanian di Sumbawa terus digali lebih dalam. Tidak hanya madu, menurutnya masih banyak produk bernilai ekspor lain yang dimiliki kelompok Madu Lestari, seperti kopi luwak alami, bubuk jahe, kunyit, dan kemiri.
Dengan dukungan penuh dan sinergi antara petani serta instansi terkait, diharapkan ekspor produk pertanian Sumbawa dapat meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

