Investasi Perkebunan Kakao Swiss Dorong Pertumbuhan Kawasan Transmigrasi
Minggu, 27 April 2025 - 21:26 WIBFoto: liputan6
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengungkapkan bahwa Kementerian Transmigrasi menerima investasi dari investor asal Swiss yang berencana membuka perkebunan kakao di lahan seluas 10 ribu hektar.
Selain itu, di kawasan tersebut juga akan dibangun pabrik pengolahan kakao yang akan menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Melansir Antara, Viva Yoga menyampaikan bahwa model kerja sama seperti ini masih sangat terbuka di kawasan transmigrasi dan ia mengajak para pengusaha dalam negeri untuk turut mengembangkan usaha di wilayah tersebut melalui investasi.
Ia juga menyinggung harapan Bung Hatta pada tahun 1946 mengenai pentingnya membangun industrialisasi besar-besaran di luar Jawa, yang salah satunya memerlukan pemindahan penduduk dari Pulau Jawa sebagai tenaga kerja.
Menurut Viva Yoga, program transmigrasi tetap memiliki peran penting hingga saat ini, terutama dalam upaya pemerataan penduduk dari wilayah padat seperti Jawa dan Bali ke daerah-daerah yang masih jarang penduduknya.
Langkah ini turut memperkuat kedaulatan wilayah Indonesia agar tidak mudah diklaim oleh negara lain.
Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, program transmigrasi diarahkan untuk mengurangi angka kemiskinan, memperbaiki kesejahteraan masyarakat, serta mendukung prioritas nasional di bidang pembangunan dan ketahanan pangan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, banyak kawasan transmigrasi yang kini berperan sebagai pusat produksi pangan nasional di luar Pulau Jawa.
Viva Yoga menambahkan bahwa pengembangan kawasan ini tinggal disinergikan dengan program food estate untuk mempercepat tercapainya swasembada pangan.
Selain menjadi sentra pangan, kawasan transmigrasi juga berkembang menjadi pusat ekonomi baru.
Dari hasil pembangunan kawasan transmigrasi di masa lalu, kini telah lahir 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten dan kota, serta tiga provinsi baru yakni Sulawesi Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Selatan.
Kementerian Transmigrasi pada tahun 2024 ini telah memberangkatkan 132 kepala keluarga dari total 7.000 kepala keluarga yang terdaftar dalam program transmigrasi.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1950, program transmigrasi telah berhasil memindahkan sekitar 9 juta jiwa atau 2,2 juta kepala keluarga dari Pulau Jawa dan Bali ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

