Potensi Daun Kelor sebagai Pakan Unggas yang Ramah Lingkungan dan Menyehatkan
Minggu, 04 Mei 2025 - 16:25 WIBMoringa Powder Timurasa Indonesia
Seiring meningkatnya perhatian dunia terhadap pertanian berkelanjutan dan pilihan makanan sehat, tanaman kelor atau Moringa oleifera mulai menarik perhatian sebagai solusi potensial yang mampu menjawab kedua isu tersebut secara bersamaan.
Tanaman cepat tumbuh ini berasal dari daerah tropis dan subtropis seperti India dan Afrika, dan dikenal kaya akan zat gizi.
tanaman kelor kerap dijuluki sebagai sahabat ibu, pohon drumstick, atau pohon kehidupan karena khasiatnya dalam pengobatan tradisional.
Dilansir dari Sowetan Live, kini, manfaat kelor mulai dikenal lebih luas, khususnya dalam dunia peternakan unggas, sebagai alternatif alami untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kekebalan tubuh ayam.
Ayam broiler merupakan sumber protein hewani yang penting dan terjangkau bagi masyarakat, baik di Afrika Selatan maupun di banyak negara lain.
Peran peternak skala kecil sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. Namun, sektor ini menghadapi tantangan besar, mulai dari harga pakan yang terus naik hingga kekhawatiran terhadap penggunaan antibiotik secara berlebihan.
Penambahan daun kelor ke dalam pakan ayam terbukti dapat mempercepat pertumbuhan, memperkuat sistem imun, dan menurunkan angka kematian.
Dengan demikian, kelor menjadi pilihan yang ideal untuk menggantikan antibiotik, sekaligus membantu menghasilkan daging ayam yang lebih sehat untuk dikonsumsi.
Meski banyak manfaatnya, pemanfaatan kelor dalam pakan unggas belum berkembang maksimal.
Hambatan utama antara lain terbatasnya pasokan kelor dalam jumlah besar, terutama untuk peternakan skala besar, serta kurangnya pengetahuan peternak tentang cara penggunaan yang efektif.
Bagi peternak kecil, budidaya kelor tergolong mudah karena tanaman ini tahan terhadap kekeringan dan mampu tumbuh di lahan yang kurang subur. Tantangan utamanya justru terletak pada upaya memperluas produksi agar bisa memenuhi kebutuhan peternakan yang lebih besar.
Tanpa pasokan yang stabil, peternak besar masih enggan menggunakan kelor sebagai bahan utama dalam pakan ternak mereka.
Dari sisi konsumen, ayam yang diberi pakan berbasis kelor menawarkan keuntungan kesehatan yang besar.
Kandungan nutrisi penting dalam kelor seperti vitamin, mineral, dan antioksidan tidak hanya bermanfaat bagi ayam, tetapi juga bagi orang yang mengonsumsinya.
Dengan mengonsumsi ayam yang diberi pakan alami dan bergizi tinggi, masyarakat akan mendapatkan daging yang lebih sehat sekaligus mendukung sistem produksi pangan yang lebih ramah lingkungan.
Ini adalah situasi yang saling menguntungkan, baik untuk kesehatan masyarakat maupun kelestarian alam.
Lebih dari sekadar manfaat langsung dalam peternakan, penggunaan kelor mencerminkan pendekatan pertanian berkelanjutan yang sangat dibutuhkan di tengah isu perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan masalah kesehatan masyarakat.
Tanaman kelor sangat efisien dalam menyerap karbon dan hanya memerlukan sedikit air serta perawatan, sehingga cocok untuk daerah yang rawan kekeringan.
Dengan mendorong penggunaan kelor sebagai bahan pakan ternak, kita sekaligus mendukung praktek pertanian yang lebih ramah lingkungan dan tahan terhadap perubahan iklim. Hal ini mempertegas kaitan erat antara kesehatan, gizi, dan sistem pangan berkelanjutan.
Penelitian telah menunjukkan potensi besar daun kelor sebagai pengganti antibiotik dalam pakan ayam broiler.
Tetapi hasil penelitian juga menunjukkan adanya tantangan di lapangan, seperti ketersediaan kelor dalam jumlah besar yang belum merata serta minimnya pemahaman peternak.
Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan kerja sama antara peneliti, pembuat kebijakan, dan pelaku industri. Upaya edukasi dan peningkatan kapasitas petani sangat penting.
Dengan meningkatkan pengetahuan serta membangun rantai pasok yang stabil, pemanfaatan kelor sebagai pakan unggas bisa diterapkan secara lebih luas dan berdampak positif bagi banyak pihak.

