BUMDes di Banyumas Ekspor Gula Semut ke Hungaria, Mendag Beri Apresiasi
Selasa, 06 Mei 2025 - 15:49 WIBFoto: pixabay
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan penghargaan kepada BUMDes Kabul Ciptaku dari Desa Langgongsari, Banyumas, Jawa Tengah, yang berhasil mengekspor gula semut ke Hungaria dengan jumlah mencapai 18,5 ton.
Melansir Antara, dalam acara pelepasan ekspor yang berlangsung di Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kamis lalu, Budi menyebut momen tersebut sebagai pengalaman pertamanya menghadiri ekspor yang dilakukan oleh badan usaha milik desa.
Ia menilai hal ini sangat luar biasa karena biasanya kegiatan ekspor ditangani oleh perusahaan swasta atau BUMN.
Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, serta jajaran camat dan kepala desa yang telah berkontribusi besar dalam mendorong desa menjadi pelaku ekspor.
BUMDes Kabul Ciptaku sendiri berhasil mengekspor produk gula kelapa kristal dengan nilai mencapai 30 ribu dolar Amerika atau setara sekitar 584 juta rupiah. Keberhasilan ini dinilai sebagai langkah maju bagi ekonomi desa.
Dalam sambutannya, Budi menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor Indonesia pada tahun 2025 sebesar 7,1 persen, naik dari capaian sebelumnya yang berada di angka 2,9 persen.
Target tersebut berkaitan erat dengan upaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Untuk merealisasikan tujuan tersebut, pemerintah menjalankan tiga program utama yaitu perlindungan pasar domestik, perluasan pasar ekspor, serta mendorong pelaku UMKM agar mampu menembus pasar global melalui program UMKM Bisa Ekspor.
Program ini mendorong pelaku usaha agar berani berekspansi dan mampu beradaptasi, seperti yang telah dicontohkan oleh Desa Langgongsari.
Kemendag juga telah menjalin nota kesepahaman dengan Kemendes PDT untuk mendorong lebih banyak desa masuk dalam skema ekspor.
Dari hasil identifikasi, terdapat lebih dari dua ribu desa yang dibagi menjadi dua klaster. Klaster pertama mencakup 734 desa yang sudah siap ekspor, sementara sisanya masih membutuhkan pendampingan dan pelatihan.
Bagi desa yang sudah siap, pemerintah akan memfasilitasi pertemuan bisnis daring dengan mitra dagang di luar negeri.
Sedangkan desa yang masih dalam tahap persiapan akan mendapatkan pelatihan pengembangan produk termasuk dalam hal pengemasan.
Tak hanya itu, Kemendag juga akan bekerja sama dengan organisasi Gerakan Pemuda Ansor guna memperluas jangkauan pembinaan terhadap desa ekspor. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan ekspor Indonesia dan berkontribusi terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi.
Dalam acara tersebut, turut dilakukan penandatanganan kerja sama antara Sekretariat Jenderal Kemendag dan GP Ansor terkait penguatan promosi serta kemitraan usaha bagi pelaku usaha.
Selain itu, Kemendes PDT juga menandatangani nota kesepahaman dengan GP Ansor dalam rangka mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa serta daerah tertinggal.

