Harga Kakao Naik di Februari 2025, Kayu dan Kulit Alami Perubahan Harga Ekspor
Minggu, 11 Mei 2025 - 22:18 WIBFoto: pixabay
Kementerian Perdagangan mengumumkan bahwa harga referensi untuk biji kakao pada Februari 2025 mengalami kenaikan menjadi 11.102,84 dolar Amerika Serikat per metrik ton. Angka ini naik sebesar 553,25 dolar atau sekitar 5,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Melansir Antara, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Isy Karim, menyatakan bahwa peningkatan ini berdampak langsung pada penyesuaian Harga Patokan Ekspor biji kakao, yang kini menjadi 10.600 dolar AS per metrik ton. Kenaikan tersebut mencapai 540 dolar atau sekitar 5,36 persen dari bulan sebelumnya.
Isy menjelaskan bahwa lonjakan harga kakao ini terjadi karena tingginya permintaan global yang tidak diimbangi oleh produksi yang memadai. Salah satu faktor utama adalah menurunnya hasil panen dari negara-negara produsen utama di Afrika Barat.
Sementara itu, untuk produk kulit, tidak terjadi perubahan harga patokan ekspor pada Februari 2025. Harga tetap sama seperti pada bulan sebelumnya.
Untuk sektor kehutanan, beberapa jenis produk kayu mengalami kenaikan harga ekspor. Produk yang mengalami peningkatan antara lain kayu veneer dari hutan tanaman, kayu lembaran untuk kemasan, serpihan kayu atau partikel, serta kayu gergajian dengan ukuran penampang tertentu dari jenis merbau dan kayu dari pohon-pohon seperti pinus, gemelina, akasia, sengon, dan karet yang berasal dari hutan tanaman.
Namun demikian, beberapa produk kayu lainnya mengalami penurunan harga. Ini termasuk kayu veneer dari hutan alam dan kayu gergajian dari jenis meranti, rimba campuran, serta dari tanaman seperti balsa dan eucalyptus.
Penyesuaian harga referensi dan patokan ekspor ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 122 Tahun 2025. Aturan tersebut mengatur nilai patokan ekspor dan harga referensi untuk berbagai produk hasil pertanian dan kehutanan yang dikenakan bea keluar.

