Cokelat Hitam: Cemilan Manis dengan Manfaat Sehat jika Dikonsumsi Bijak
Selasa, 13 Mei 2025 - 10:46 WIBMenikmati cokelat tanpa merasa bersalah kini bukan hal yang mustahil, selama kita mampu mengontrol porsinya dan memilih jenis cokelat yang tepat. Dengan kesadaran dan konsumsi secukupnya, camilan manis ini justru bisa memberikan manfaat bagi tubuh.
Dilansir dari Antara, Ahli gizi dan kebugaran Shikha Singh dari Shiksfitness menjelaskan bahwa cokelat, terutama yang mengandung kadar kakao tinggi, dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Cokelat terdiri dari beragam bahan seperti kakao, mentega kakao, susu, dan gula dalam berbagai proporsi yang menghasilkan cita rasa berbeda.
Cokelat dengan kandungan kakao minimal 70 persen dianggap lebih baik karena mengandung antioksidan dan mineral dalam jumlah tinggi.
Selain menyehatkan, cokelat juga memicu pelepasan hormon seperti serotonin dan dopamin yang berperan dalam meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.
Ketika dikonsumsi dalam jumlah wajar, terutama selama masa menstruasi, cokelat bisa meredakan nyeri dan membantu mengontrol perubahan suasana hati.
Jenis cokelat hitam juga dikaitkan dengan peningkatan kesehatan jantung, karena dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memperlancar sirkulasi darah.
Cokelat hitam bisa dimasukkan ke dalam berbagai jenis hidangan seperti kue, panekuk, atau smoothie, yang tidak hanya memperkaya rasa tetapi juga menambah kandungan nutrisi.
Kombinasi cokelat hitam dengan kacang-kacangan atau buah beri juga bisa menjadi camilan sehat karena menambah asupan serat dan lemak baik.
Namun, Singh mengingatkan bahwa karena cokelat mengandung kalori tinggi, penting untuk memperhatikan jumlah yang dikonsumsi. Ia menyarankan agar cukup menikmati satu atau dua potong saja per hari, dibandingkan menghabiskan satu batang penuh.
Aman Puri, pendiri Steadfast Nutrition, menambahkan bahwa cokelat hitam yang mengandung lebih banyak kakao dan lebih sedikit gula memiliki rasa yang lebih pahit tetapi kaya akan manfaat.
Ia menekankan bahwa cokelat hitam mengandung flavonoid, polifenol, dan antioksidan dalam jumlah tinggi yang berfungsi melawan radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif.
Komponen seperti katekin dan epikatekin dalam kakao turut membantu menurunkan peradangan, memperbaiki kadar kolesterol, serta mendukung fungsi pembuluh darah dengan meningkatkan produksi oksida nitrat. Efek ini dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Selain itu, antioksidan dan magnesium dalam kakao berperan dalam menjaga sel dari kerusakan dan mencegah kanker, sementara selenium mendukung sistem imun.
Konsumsi kakao dalam jumlah sedang juga diyakini mampu meningkatkan daya ingat dan konsentrasi serta membantu mencegah depresi.
Bagi penderita diabetes, konsumsi cokelat tetap bisa dilakukan asalkan memilih varian rendah gula atau bebas gula dan dalam jumlah terbatas. Karena kandungan gula dan kalori tetap harus dikontrol, penting untuk tidak berlebihan.
Puri menyarankan konsumsi harian sekitar 15 hingga 20 gram cokelat hitam agar tetap bisa merasakan manfaat kesehatannya tanpa menimbulkan efek samping.

