Raja Juli Antoni Soroti Potensi Sorgum dan Perkuat Dukungan bagi Petani Hutan di NTT
Jumat, 16 Mei 2025 - 14:36 WIBMenteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung kegiatan Perhutanan Sosial yang dikelola Kelompok Tani Hutan Sehati di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Senin, 13 Januari.
Dilansir dari Antara, dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya tanaman sorgum sebagai komoditas serbaguna yang menjanjikan untuk berbagai kebutuhan.
Raja Juli menyebut sorgum memiliki nilai ekonomi tinggi. Biji sorgum bisa diolah menjadi tepung, sedangkan batangnya dapat diproses menjadi gula.
Selain itu, sorgum juga dikenal sebagai sumber pangan alternatif pengganti beras yang kaya nutrisi dan cocok dikembangkan di wilayah kering seperti NTT.
Dalam kesempatan itu, Menteri Kehutanan menyaksikan bahwa petani masih menggunakan alat tradisional seperti cangkul untuk bercocok tanam.
Ia menyampaikan komitmennya untuk memberikan bantuan alat pertanian, termasuk traktor tangan, guna memudahkan proses produksi. Ia juga mendorong petani agar tidak ragu mengajukan permintaan bibit jika dibutuhkan. Bibit buah-buahan, misalnya, dapat disediakan melalui koordinasi dengan kepala balai setempat.
Kunjungan kerja tersebut turut dilanjutkan ke wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), di mana Menhut bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof Stella Christie, meninjau aktivitas perhutanan sosial lainnya.
Raja Juli menilai para petani hutan di daerah ini memiliki potensi luar biasa dalam mengembangkan komoditas lokal seperti singkong, jambu mete, dan pisang.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat kendala utama, yaitu keterbatasan pasokan air. Ia menyebut akan dilakukan penelitian lebih lanjut oleh politeknik setempat yang bekerja sama dengan pemerintah daerah guna mencari solusi atas permasalahan tersebut.
Salah satu sumber air, yakni pipa, diketahui mengalami kerusakan dan perlu ditinjau kembali potensi sumber air lainnya untuk mendukung pertanian di tengah perubahan iklim.
Sementara itu, Prof Stella Christie menyampaikan bahwa pihak perguruan tinggi siap terlibat dalam membantu masyarakat, tidak hanya untuk mengatasi masalah air tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga melalui program-program pemberdayaan di kawasan perhutanan sosial.
Ia juga mengapresiasi peran aktif perempuan dalam kepemimpinan kelompok tani dan menyebut hal tersebut sebagai langkah positif dalam membangun kemandirian dan keadilan sosial di sektor pertanian.

