Manfaat Cokelat Hitam: Potensi Turunkan Resiko Tekanan Darah Tinggi dan Pembekuan Darah
Minggu, 18 Mei 2025 - 09:46 WIBDark Cocoa Timurasa Indonesia
Cokelat hitam kini semakin dikenal luas bukan hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga karena kandungan nutrisi dan antioksidannya yang melimpah.
Dilansir dari Antara, penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi cokelat hitam bisa memberikan dampak positif terhadap kesehatan pembuluh darah, khususnya dalam menurunkan resiko tekanan darah tinggi dan gangguan pembekuan darah.
Dilansir dari Medical Daily pada Senin, 22 Januari, studi yang dimuat dalam jurnal Nature Scientific Reports, mengkaji dampak konsumsi cokelat hitam terhadap risiko 12 jenis penyakit kardiovaskular. Di antaranya termasuk tekanan darah tinggi primer, serangan jantung, stroke, gagal jantung, gangguan irama jantung, hingga penyakit pembuluh darah vena.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi cokelat hitam berhubungan secara signifikan dengan menurunnya resiko hipertensi primer.
Selain itu, ada juga indikasi bahwa cokelat hitam dapat membantu mengurangi resiko terjadinya tromboemboli vena, yaitu kondisi pembekuan darah yang muncul di pembuluh darah dalam.
Namun dari seluruh jenis penyakit jantung dan pembuluh darah yang diteliti, tidak ditemukan hubungan yang berarti antara konsumsi cokelat hitam dengan sepuluh kondisi lainnya.
Hipertensi primer adalah kondisi di mana seseorang mengalami tekanan darah tinggi tanpa penyebab yang jelas. Jika tidak ditangani, tekanan darah tinggi ini bisa memicu berbagai komplikasi serius, seperti stroke, gagal jantung, gangguan penglihatan, dan bahkan kerusakan otak.
Cokelat hitam sendiri mengandung antara 50 hingga 90 persen kakao murni, jauh lebih tinggi dibandingkan cokelat susu yang umumnya hanya mengandung 10 sampai 50 persen.
Selain tinggi kandungan flavanol, cokelat hitam juga kaya zat besi, magnesium, seng, tembaga, serta senyawa aktif lain seperti kafein dan methylxanthine.
Para peneliti menyebut flavanol sebagai komponen utama yang memberikan dampak baik bagi kesehatan sistem kardiovaskular. Kandungan ini dipercaya mampu membantu memperlancar aliran darah dan menjaga elastisitas pembuluh darah.
Meski hasil studi ini membuka peluang dalam upaya pencegahan tekanan darah tinggi melalui asupan makanan, peneliti juga mengingatkan adanya keterbatasan dalam riset ini.
Studi hanya mencakup data dari individu dengan latar belakang keturunan Eropa, sehingga hasilnya belum tentu berlaku untuk kelompok etnis lain. Selain itu, ukuran sampel dalam penelitian ini tergolong kecil dan belum mempertimbangkan pengaruh usia maupun jenis kelamin secara rinci.
Meskipun mengganti cemilan kurang sehat dengan cokelat hitam bisa menjadi langkah yang lebih baik bagi penderita tekanan darah tinggi, para ahli tetap menekankan bahwa cokelat hitam sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan sebagai solusi tunggal dalam mengatasi hipertensi.

