Mahasiswa Amerika Belajar Budidaya Kakao & Kopi Di Indonesia
Rabu, 21 Mei 2025 - 11:35 WIBFoto: pixabay
Mary Trechock, Pejabat Diplomasi Publik dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, menyampaikan bahwa semakin banyak mahasiswa dari Amerika yang datang ke Indonesia untuk mengikuti program pembelajaran jangka pendek.
Mereka tertarik mempelajari berbagai topik menarik seperti ASEAN, serta teknik budi daya kopi dan kakao.
Seperti yang dilansir dari Antara, menurut Trechock, tren yang berkembang saat ini di kalangan mahasiswa universitas di Amerika adalah mengikuti program pendidikan di Indonesia selama maksimal satu semester.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peluncuran laporan tahunan Open Doors yang digelar di Jakarta pada hari Senin.
Laporan yang disusun oleh Institute of International Education itu mencatat adanya lonjakan signifikan dalam jumlah mahasiswa AS yang mengikuti kegiatan akademik di Indonesia, dari semula 142 menjadi 597 peserta, atau meningkat sebesar 320 persen.
Trechock menambahkan bahwa mayoritas mahasiswa tersebut mengambil bagian dalam program jangka pendek yang berkaitan langsung dengan materi perkuliahan mereka.
Dalam kerangka program itu, para mahasiswa biasanya tinggal di Indonesia selama dua hingga tiga minggu untuk melakukan praktik lapangan.
Ia juga menjelaskan bahwa banyak mahasiswa tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang pengelolaan kopi dan kakao secara langsung dari para pelaku industri di Indonesia.
Selain itu, beberapa dari mereka memilih untuk mendalami isu-isu kawasan seperti Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN.
Saat ini, Kedutaan Besar AS tengah menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah untuk merancang program mikro studi jangka pendek.
Program ini dirancang agar lebih banyak mahasiswa Amerika bisa mengikuti kegiatan pembelajaran di Indonesia dalam durasi yang lebih fleksibel.
Program ini dijadwalkan akan dikembangkan lebih luas pada tahun depan, dengan melibatkan lebih banyak universitas di Indonesia.
Dalam laporan Open Doors 2024 juga tercatat bahwa Indonesia mengirimkan sebanyak 8.348 mahasiswa ke Amerika Serikat pada periode 2023 hingga 2024.
Selain itu, jumlah pelajar Indonesia yang mengikuti program pertukaran jangka pendek ke AS turut mengalami kenaikan, dari 241 menjadi 310 orang, atau tumbuh sekitar 28,6 persen.
Untuk jenjang pascasarjana, angka partisipasi mahasiswa Indonesia juga meningkat dari 2.237 menjadi 2.476 orang, menunjukkan pertumbuhan sebesar 10 persen.

