Kreasi Unik Siswi SD Surabaya: Daun Kelor Diubah Jadi Hand Sanitizer Alami
Rabu, 25 Juni 2025 - 08:31 WIBMelihat banyaknya pohon kelor yang tumbuh subur di depan rumahnya, Aristacitya Raisha, siswi kelas 6 di SD Al Islam Al Azhar 11 Surabaya, terinspirasi untuk memanfaatkannya menjadi sesuatu yang berguna.
Dilansir dari Basra, setelah mencari informasi dari internet mengenai kandungan yang terdapat dalam daun kelor, Raisha pun memutuskan untuk membuat hand sanitizer dari bahan alami tersebut.
Raisha menjelaskan bahwa daun kelor mengandung berbagai zat penting seperti flavonoid, tannin, saponin, steroid, dan vitamin.
Semua kandungan ini dikenal memiliki kemampuan untuk merusak membran sel bakteri, sehingga dapat berfungsi sebagai bahan antibakteri alami.
Daun kelor yang digunakan berasal dari pohon yang tumbuh di halaman rumahnya sendiri. Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Pertama-tama, daun kelor dicuci hingga bersih, kemudian ditiriskan. Setelah itu, daun dirajang kecil-kecil dan direbus.
Proses perebusannya diawali dengan mendidihkan air. Setelah air mendidih, daun kelor yang sudah dipotong kecil dimasukkan secara bertahap. Air rebusan dibiarkan mendidih hingga sedikit menyusut, lalu dimatikan dan didinginkan.
Setelah air rebusan cukup dingin, Raisha mencampurkannya dengan alkohol. Campuran ini kemudian disaring sebanyak tiga kali agar hasilnya lebih jernih.
Setelah itu, cairan hasil penyaringan didiamkan selama satu jam sebelum dimasukkan ke dalam botol kecil. Dengan begitu, hand sanitizer dari daun kelor pun siap digunakan.
Untuk memberikan aroma yang menyegarkan, Raisha menambahkan alkohol 70 persen dan air jeruk nipis ke dalam campuran tersebut. Menurutnya, hasil akhirnya memiliki wangi yang cukup sedap dan nyaman digunakan.
Daun kelor memang sudah lama dikenal di Indonesia sebagai tanaman yang penuh manfaat. Selain bergizi tinggi dan sering dimanfaatkan dalam berbagai olahan makanan, kini kelor juga mulai diolah menjadi produk untuk perawatan tubuh seperti minyak dan sabun.
Inovasi Raisha ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman lokal bisa sangat luas, bahkan untuk kebutuhan kebersihan dan kesehatan sehari-hari.

