Pengembangan Gula Semut di Sekitar TNGR Didorong oleh Penelitian IPB University
Jumat, 27 Juni 2025 - 09:22 WIBFoto: asterra
Tim dari Divisi Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University melakukan kunjungan ke lokasi produksi gula aren di wilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada akhir bulan lalu.
Kehadiran tim peneliti ini disambut langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriady.
Seperti yang dilansir dari Berita IPB, kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian yang dipimpin oleh Prof Ervizal AM Zuhud bersama Ir Edhi Sandra dan Syafitri Hidayati.
Penelitian tersebut mengangkat topik “Diversifikasi Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Aren di Desa Sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani melalui Model Pemberdayaan Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan.”
Prof Ervizal menjelaskan bahwa salah satu produk unggulan dari pohon aren di wilayah NTB adalah gula semut, yang dihasilkan dari nira dengan kadar air rendah.
Gula ini berbentuk serbuk mirip gula pasir dan memiliki cita rasa khas yang kini mulai diminati pasar, baik di tingkat tradisional maupun modern.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah mulai fokus pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal untuk memperkuat ketahanan pangan. Pohon aren dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung upaya ini.
Sebagai pelaksana penelitian, IPB University mengambil peran aktif dalam mempercepat penerapan hasil riset.
Kerja sama dengan Balai TNGR dilakukan untuk meningkatkan pemberdayaan petani dan pelaku usaha yang bergerak di sektor aren di sekitar taman nasional tersebut.
Tak hanya itu, Universitas Mataram yang berada di wilayah setempat juga diharapkan dapat ikut serta dalam mewujudkan diversifikasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk aren unggulan.
Salah satu tantangan dalam pengembangan produk aren saat ini adalah masih minimnya kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak.
Prof Ervizal menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif untuk menjawab permasalahan ini, dengan harapan akan muncul dampak nyata terhadap kemajuan sektor aren di NTB.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pemicu dalam pengembangan pohon aren dan meningkatkan nilai tambahnya, terutama melalui produksi gula semut sebagai produk khas daerah. Hal ini juga dimaksudkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar TNGR.
Sementara itu, mahasiswa IPB University, Muhammad Raiyan Nurwana, telah melakukan kajian terkait pemetaan pemangku kepentingan dalam pengembangan aren.
Kajian tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sinergi dalam pengelolaan potensi aren di wilayah tersebut.
Selanjutnya, Rifki Setiadi Junianto akan melanjutkan penelitian untuk mengevaluasi potensi, kondisi, dan keberhasilan budidaya aren di sekitar TNGR.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan pengembangan aren di Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

