PT PLN UID Sumut Gunakan Teknologi Untuk Kembangkan Andaliman
Minggu, 29 Juni 2025 - 11:52 WIBFoto: antara
PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menerapkan teknologi berbasis listrik untuk meningkatkan produksi tanaman andaliman di wilayah tersebut, sehingga menghasilkan produk yang lebih berkualitas, cepat, dan efisien.
General Manager PLN UID Sumut, Agus Kuswardoyo, menjelaskan bahwa program ini dijalankan bekerja sama dengan Yayasan El Shadai, yang membina sejumlah petani andaliman di Sumatera Utara. Dukungan yang diberikan meliputi mesin pengering dan pemisah ranting berbasis listrik, greenhouse, serta pelatihan peningkatan kapasitas mencakup manajemen produksi, penggunaan mesin, dan pengolahan hasil panen dengan teknologi listrik.
Agus menambahkan bahwa bantuan ini bertujuan untuk mempercepat proses pengeringan, memudahkan pemisahan buah dari ranting, serta melindungi tanaman dari cuaca ekstrem, sehingga hasil panen lebih higienis dan bernilai jual tinggi. Program ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi kerja petani, memperbaiki kualitas panen, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Agus menyatakan bahwa pihaknya melihat potensi besar andaliman sebagai komoditas unggulan Sumatera Utara. Melalui program electrifying agriculture, PLN berupaya memberdayakan petani dengan teknologi listrik agar dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurut penjelasannya, andaliman sebagai rempah khas Sumatera Utara memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan baik di pasar domestik maupun global. Adopsi teknologi modern dari PLN telah mengubah proses pengolahan yang sebelumnya memakan waktu menjadi lebih efisien dan cepat.
Ia menyampaikan harapan agar petani binaan Yayasan El Shadai dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas pangsa pasar andaliman. Program ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi stakeholder lain dalam memanfaatkan teknologi berbasis listrik untuk pengembangan sektor pertanian dan penguatan ekonomi masyarakat.
Marandus Sirait selaku Ketua Yayasan El Shadai mengungkapkan bahwa bantuan peralatan pengolahan andaliman memiliki nilai strategis jangka panjang. Menurutnya, mesin dan greenhouse yang disediakan akan mendongkrak produktivitas dan mutu panen, sementara pelatihan yang diberikan memperkaya pengetahuan petani dalam mengoptimalkan budidaya andaliman.
Program "electrifying agriculture" untuk pengolahan andaliman ini tidak hanya menunjukkan komitmen PLN dalam pemberdayaan petani lokal, tetapi juga sejalan dengan upaya mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

