Norwegia dan Jayapura Bersinergi Tingkatkan Produksi Kakao Sambil Jaga Kelestarian Hutan
Minggu, 29 Juni 2025 - 21:43 WIBFoto: pixabay
Pemerintah Kabupaten Jayapura menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Kerajaan Norwegia guna mengembangkan sektor perkebunan kakao di Papua.
Dilansir dari Antara, Penjabat Bupati Jayapura, Semuel Siriwa, menerima kunjungan dari perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia, Herman Ranum, bersama Susilo Adi Kuncoro, dalam sebuah pertemuan resmi yang berlangsung di ruang VIP Kantor Bupati Jayapura pada hari Senin.
Dalam kesempatan itu, Herman Ranum menyampaikan bahwa wilayah Kabupaten Jayapura memiliki potensi besar dalam pengembangan kakao.
Ia menyatakan bahwa pemerintah Norwegia tertarik untuk mendukung program yang dijalankan oleh Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), tidak hanya dalam meningkatkan produksi kakao, tetapi juga dalam menjaga kelestarian hutan di Papua.
Ia menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari hubungan bilateral yang terjalin erat antara Norwegia dan Indonesia, yang selama ini difokuskan pada pelestarian hutan dan isu perubahan iklim.
Herman juga mengingatkan bahwa pada bulan September 2022 lalu, Norwegia dan Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman yang menegaskan komitmen Norwegia dalam mendukung upaya Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca, khususnya dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan.
Ia menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan Norwegia akan dimanfaatkan untuk mendukung implementasi strategi FOLU Net Sink 2030 yang ditetapkan pemerintah Indonesia.
Melalui strategi ini, Indonesia menargetkan agar sektor kehutanan yang sebelumnya menjadi penyumbang emisi, dapat berubah menjadi penyerap karbon pada tahun 2030.
Sementara itu, Semuel Siriwa menyambut positif kemitraan ini dan menilai kerja sama tersebut akan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya petani kakao.
Ia menyebutkan bahwa sejumlah dinas teknis seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Bappeda akan dilibatkan secara aktif dalam proyek ini.
Ia berharap, melalui kerja sama ini tidak hanya volume produksi kakao yang meningkat, tetapi juga masalah-masalah utama seperti serangan hama dan penyakit tanaman dapat segera diatasi demi hasil panen yang lebih optimal.
Kolaborasi ini difasilitasi oleh Yayasan IDH dan diharapkan mampu menjadi model pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan produktivitas ekonomi dengan perlindungan lingkungan.

