Ternyata Limbah Kacang Mete Dapat Dijadikan Pupuk dan Biopeptisida
Sabtu, 05 Juli 2025 - 14:48 WIBFoto: pixabay
Dian Astriani, dosen Agroteknologi Fakultas Agroindustri UMBY, mempresentasikan temuan riset terkait pemanfaatan limbah kulit kacang mete sebagai biopestisida dalam Agri-Ecotourism Congress 2025 yang diselenggarakan Aklan State University, Filipina. Penelitian ini mengembangkan solusi agroteknologi ramah lingkungan untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Yogyakarta.
Kongres internasional bertema inovasi dan kolaborasi berkelanjutan dalam agrowisata ini menghadirkan makalah berjudul "Innovation of Environmentally Friendly Agrotechnology Supporting Sustainable Agriculture In Synergy with Agrotourism in Yogyakarta Indonesia". Riset ini berfokus pada pemanfaatan limbah pertanian di Desa Karang Tengah, Imogiri, Bantul yang memiliki potensi ganda sebagai penghasil kacang mete dan sutera liar.
Menurut penjelasan Dian, inovasi ini tidak hanya menyelesaikan masalah limbah kulit mete tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui produksi biopestisida alami. Lebih lanjut dijelaskan bahwa tanaman mete sekaligus berfungsi sebagai inang bagi ulat sutera liar, menciptakan peluang pengembangan agrowisata terpadu yang menggabungkan pertanian dengan industri tekstil lokal.
Kepala Program Studi Agroteknologi tersebut menekankan bahwa pendekatan terintegrasi ini mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui diversifikasi produk dan pengembangan wisata berbasis pertanian. Kongres ini juga menghadirkan pakar internasional dari Vietnam dan Amerika Serikat, dengan pembicara kunci dari Departemen Pertanian Filipina, menunjukkan pentingnya kolaborasi global dalam pengembangan agrowisata berkelanjutan.

