Pemerintah Tambah Kakao dan Kopi dalam Program Swasembada Pangan Nasional
Minggu, 06 Juli 2025 - 11:13 WIBMenteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa kakao dan kopi akan dimasukkan ke dalam daftar komoditas utama dalam upaya pencapaian swasembada pangan di Indonesia.
Dilansir dari Antara, sebelumnya, program ini hanya berfokus pada komoditas seperti beras, jagung, dan tebu untuk kebutuhan gula.
Kini pemerintah memperluas cakupannya dengan menambahkan cokelat dan kopi sebagai komoditas unggulan nasional.
Zulkifli menjelaskan bahwa Indonesia saat ini masih mengimpor kakao. Oleh sebab itu, diperlukan langkah strategis agar komoditas ini bisa diproduksi secara mandiri di dalam negeri.
Selain kakao dan kopi, pemerintah juga berencana untuk memperkuat produksi cabai dan bawang guna mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan ketersediaan pasokan di dalam negeri.
Menurut Zulkifli, pemerintah saat ini tetap memprioritaskan pencapaian swasembada beras, disusul jagung, sebelum fokus diperluas ke komoditas lain.
Langkah ini dilakukan secara bertahap agar target swasembada dalam kurun empat tahun dapat tercapai dengan optimal.
Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp139,4 triliun dalam anggaran ketahanan pangan tahun 2025.
Dana ini akan dialokasikan ke berbagai instansi terkait, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum, serta BUMN yang bergerak di bidang pangan.
Rincian penggunaan anggaran tersebut meliputi subsidi pupuk sebesar Rp44 triliun yang dikelola BUMN Pangan, alokasi dana desa untuk mendukung ketahanan pangan sebesar Rp16,25 triliun, program pencetakan lahan sawah sebesar Rp15 triliun, serta penguatan peran Badan Gizi Nasional dengan anggaran sebesar Rp71 triliun.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas cakupan swasembada pangan nasional dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia di masa depan.

