Perbedaan Gula Jawa & Gula Aren
Senin, 07 Juli 2025 - 19:49 WIBGula jawa atau gula aren, ya, untuk masakan?" atau "Pakai gula jawa atau gula aren, ya, kalau membuat minuman?" Kedua pertanyaan ini sering muncul di dapur tentang perbedaan kedua jenis gula ini. Bentuk dan warnanya mirip, rasanya pun tak jauh berbeda—lalu, apa sebenarnya yang membedakannya?
Bagi Anda yang gemar memasak atau sering beraktivitas di dapur, inilah saat yang tepat untuk memahami perbedaan gula aren dan gula jawa. Tak hanya mengenali perbedaannya, artikel ini juga akan memberikan tips tentang kegunaan masing-masing gula serta cara terbaik mengolahnya. Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Bahan Baku
Gula aren merupakan pemanis alami yang dihasilkan dari pengolahan nira pohon aren. Nira tersebut diperoleh melalui proses penyadapan pada batang dan bunga pohon palem, termasuk aren. Cairan nira kemudian mengalami proses pemasakan berjam-jam sebelum dituang ke dalam cetakan bambu atau batok kelapa. Proses pengerasan membutuhkan waktu minimal satu jam hingga gula benar-benar padat.
Berbeda dengan gula aren, gula jawa diproduksi dari nira pohon kelapa. Proses pembuatannya memerlukan waktu pemasakan lebih lama, yaitu minimal 3,5 jam, hingga mencapai kekentalan ideal dan menghasilkan warna cokelat kemerahan yang khas. Warna inilah yang menjadi pembeda utama antara gula jawa dan gula aren. Meski berasal dari pohon yang berbeda, kedua jenis gula ini menggunakan teknik pencetakan yang sama, yaitu dengan batok kelapa, dan membutuhkan waktu tunggu hingga gula mengeras sempurna.
Perbedaan mendasar terletak pada bahan baku dan waktu pemasakan, di mana gula aren berasal dari pohon aren dengan proses yang relatif lebih singkat, sedangkan gula jawa membutuhkan waktu lebih lama dalam pengolahannya.
Karakter & Bentuk
Gula aren memiliki warna yang lebih cerah dengan tekstur relatif lunak sehingga mudah disisir. Rasanya memberikan sentuhan karamel ringan yang terasa jelas ketika dicairkan - bentuk cairannya menyerupai madu dengan kekentalan yang khas.
Dari segi rasa, gula aren memberikan manis yang lebih subtle dengan warna karamel tidak terlalu intens. Keunggulan utamanya terletak pada indeks glikemik yang relatif rendah (35), jauh di bawah madu (55) apalagi gula pasir (68). Karakter inilah yang membuat gula aren menjadi pilihan ideal untuk berbagai kudapan tradisional seperti es cendol, es dawet, klepon, hingga lupis.
Berbeda dengan gula aren, gula jawa menawarkan rasa manis yang lebih kuat disertai aftertaste sedikit pahit. Teksturnya lebih padat dan keras, seringkali memerlukan alat untuk menghancurkannya. Meski demikian, ketersediaannya sama mudahnya dengan gula aren, bisa ditemukan baik di pasar tradisional maupun supermarket modern.

