Banyumas Dorong UMKM Gula Kelapa Tembus Pasar Ekspor Lewat Program Desa Devisa
Selasa, 08 Juli 2025 - 14:31 WIBUsaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Untuk terus berkembang dan mampu bersaing di pasar global, sektor ini tidak hanya membutuhkan akses permodalan, tetapi juga bimbingan dan penguatan kapasitas.
Dilansir dari Bisnis, Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi ekonomi besar, terutama dari produk unggulan seperti gula kelapa.
Melalui inisiatif Desa Devisa yang digagas oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, pelaku UMKM di daerah ini didorong untuk naik kelas.
Program ini melibatkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lain dalam membentuk ekosistem ekspor yang berkelanjutan.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menyampaikan bahwa gula semut menjadi salah satu komoditas ekspor terbesar dari wilayahnya.
Ia menuturkan bahwa angka ekspor tahun 2024 mencapai US\$92,52 juta, yang sebagian besar berasal dari produk kayu olahan, minyak atsiri, dan gula kelapa.
Dalam kegiatan pelepasan ekspor yang digelar di Desa Kalisalak pada Selasa (1/7/2025), Gatot menekankan pentingnya peningkatan kapasitas produksi di tingkat desa.
Pada kesempatan tersebut, Desa Devisa Gula Semut Banyumas secara resmi memulai pengiriman perdana sebanyak 11 ton gula kelapa ke Kanada, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp400 juta.
Ia juga menyoroti manfaat dari program LPEI yang telah memberikan pelatihan, pendampingan, serta dukungan sarana produksi bagi koperasi setempat.
Gatot berharap agar jumlah pelaku UMKM di Banyumas yang menembus pasar internasional semakin bertambah.
Menurutnya, hal ini dapat menjadi motivasi bagi koperasi lain untuk lebih berkembang dan aktif melakukan kegiatan ekspor.

