Upaya Indonesia Negosiasikan Pembebasan Tarif Impor Kopi dan Kakao ke AS
Selasa, 22 Juli 2025 - 19:11 WIBFoto: pixabay
Pemerintah Indonesia tengah berupaya agar produk ekspor unggulan seperti kopi dan kakao tidak dikenakan bea masuk oleh Amerika Serikat. Kedua komoditas ini dinilai penting untuk pasar AS dan memiliki nilai strategis bagi hubungan dagang kedua negara.
Melansir Kumparan, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa Indonesia masih menjalin komunikasi intensif dengan otoritas perdagangan AS terkait penghapusan tarif balasan sebesar 19 persen terhadap sejumlah produk ekspor nasional.
Meskipun Presiden AS Donald Trump, telah menetapkan kebijakan tarif tersebut, pembicaraan teknis di balik layar masih terus berlangsung dan peluang diplomasi ekonomi dinilai masih terbuka.
Dalam proses negosiasi tersebut, Indonesia mengajukan beberapa komoditas penting yang meliputi kelapa sawit, kakao, kopi, hingga nikel.
Produk-produk ini dianggap memiliki peran vital di pasar AS karena sulit dipenuhi dari produksi lokal mereka.
Beberapa barang ekspor asal Indonesia dinilai sangat dibutuhkan oleh Amerika dan tidak dapat diproduksi sendiri di sana.
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berupaya menegosiasikan agar produk-produk tersebut mendapatkan pembebasan tarif alias tarif nol persen.
Di sisi lain, Amerika Serikat akan mulai memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap kopi asal Brasil mulai 1 Agustus 2025.
Hal ini memicu para importir kopi untuk mempercepat pengiriman sebanyak mungkin sebelum ketentuan itu berlaku.
Brasil diketahui menyuplai sekitar sepertiga kebutuhan kopi AS, baik dalam bentuk kopi murni maupun bahan campuran untuk berbagai produk kopi.
Produksi kopi lokal di AS sendiri sangat terbatas, hanya sekitar 1 persen dari total konsumsi nasional.
Karena itu, kebijakan tarif baru terhadap Brasil diprediksi akan berdampak signifikan terhadap harga kopi di pasar domestik Amerika.
Harga kopi di AS sudah mengalami lonjakan hingga 70 persen dalam setahun terakhir akibat gangguan pasokan.
Jika tarif tambahan diberlakukan, harga kopi kemungkinan akan kembali melonjak, dan perdagangan kopi internasional akan mengalami penyesuaian besar.
Pengiriman kopi dari Brasil bisa dialihkan ke Eropa dan Asia, sementara AS akan mencari pasokan baru dari wilayah lain seperti Afrika, Amerika Tengah, dan negara-negara Amerika Selatan lainnya.
Melihat peluang ini, Indonesia berusaha memposisikan diri sebagai pemasok alternatif yang andal untuk memenuhi kebutuhan kopi dan kakao di pasar AS.

