Potensi Besar Bahan Herbal untuk Kesehatan dan Penyembuhan
Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:42 WIBIndonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat melimpah. Salah satu kekayaan alam tersebut adalah berbagai jenis tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia.
Melansir tulisan Cesa Nur Ramadhan di situs Kumparan, sejak dahulu, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia telah memanfaatkan tanaman herbal dalam bentuk ramuan tradisional, seperti jamu, untuk membantu menjaga kesehatan, mencegah penyakit, hingga membantu proses penyembuhan secara alami.
Penelitian menyebutkan bahwa tanaman herbal mengandung beragam senyawa bioaktif dengan sifat antioksidan yang berperan penting dalam melawan radikal bebas di dalam tubuh.
Kandungan senyawa fenolik dalam makanan maupun minuman herbal telah terbukti dapat mengurangi risiko munculnya penyakit tidak menular, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan gangguan pada pembuluh darah.
Sebuah penelitian oleh Prisdianyetal. (2021) bahkan mengungkapkan bahwa hampir semua tanaman herbal yang diteliti memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar gula darah.
Hasil ini semakin memperkuat keyakinan bahwa tanaman herbal berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai minuman kesehatan alami yang mendukung gaya hidup sehat masyarakat modern.
Kebiasaan mengonsumsi ramuan herbal di Indonesia sudah berlangsung sejak lama. Tradisi jamu di Jawa, misalnya, telah dikenal luas sebagai warisan budaya yang dipercaya mampu menjaga daya tahan tubuh sekaligus membantu pemulihan dari berbagai penyakit.
Di wilayah lain, seperti Papua, masyarakat setempat juga memanfaatkan buah merah sebagai obat alami yang diyakini memiliki khasiat luar biasa untuk kesehatan.
Beberapa tanaman herbal bahkan terbukti membantu mempercepat proses penyembuhan luka.
Contohnya, tanaman binahong yang mampu mempercepat regenerasi sel kulit, kunyit yang kaya akan kurkumin dengan efek antiradang dan antimikroba, serta daun sirih yang mengandung flavonoid dan minyak atsiri untuk menghambat pertumbuhan kuman penyebab penyakit.
Madu pun diketahui memiliki peran penting dalam proses penyembuhan luka berkat kemampuannya mencegah infeksi dan membantu pembentukan jaringan baru.
Penelitian oleh Melina et al. (2025) membuktikan bahwa madu dapat mempercepat proses angiogenesis dan melindungi luka dari bakteri.
Melihat potensi besar ini, banyak tanaman herbal kini mulai dikembangkan menjadi fitofarmaka, yaitu obat herbal yang telah melalui proses penelitian ilmiah dan uji klinis sesuai standar Badan POM.
Fitofarmaka menjadi produk herbal dengan tingkat keamanan dan efektivitas yang diakui, sehingga dapat digunakan secara resmi di berbagai fasilitas kesehatan.

