Tari Rancak Denok, Tarian Unik Dengan Seni Topeng
Minggu, 28 Maret 2021 - 16:40 WIBFoto : seringjalan
Tari Rancak Denok merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Jawa Tengah.
Tarian ini terinspirasi dari seni topeng. Topeng di tingkat budaya nusantara memiliki sejarah yang panjang, alat ini sudah ada sejak zaman prasejarah.
Bekas luka wajah, warna, serta bentuk topeng melambangkan berbagai sifat manusia, yaitu sombong, baik, licik, hingga bijak.
Seni topeng ini berpengaruh besar pada lahirnya berbagai pertunjukan seni rupa kontemporer Indonesia.
Sebagai budi daya kreasi, Tari Rancak Denok mengambil ide dari berbagai seni tari yang menggunakan topeng sebagai propertinya, seperti seni tari Betawi dan Jawa Barat, serta tidak lupa menggunakan unsur Jawa dan Tionghoa sebagai ruh dalam tariannya.
Secara etimologis, nama Rancak Denok berasal dari dua kata, yaitu Rancak dan Denok.
Kata rancak memiliki arti cepat dan dinamis, sedangkan kata denok memiliki arti wanita. Secara harfiah, nama Rancak Denok ini dapat diartikan sebagai tari kreasi Semarangan yang ditarikan oleh wanita secara cepat dan dinamis dengan menggunakan properti utama topeng.
Penari Rancak Denok umumnya berjumlah 6 (enam) orang. Namun jumlah tersebut bukanlah aturan baku, mengingat jumlah penari bisa ditambah atau dikurangi disesuaikan dengan kebutuhan dan juga ukuran panggung.
Dari segi busana, penari Rancak Denok mengenakan kebaya berwarna cerah dan dilengkapi dengan kain jarik semarikangan.
Sedangkan bagian kepalanya dibuat dengan ornamen bunga yang meningkatkan pengaruh Tiongkok pada pakaian para penarinya.
Masing-masing penari memegang topeng sebagai properti utama dalam menarikan tari Rancak Denok.
Tari Rancak Denok diiringi oleh musik Gambang Semarang. Sama halnya dengan musik Gambang Keromong Betawi, pada gambang Semarang kreasi musik ini juga ditentukan dari pemain salendro.
Namun sebagai kreasi kreatifitas, Tari Rancak Denok lebih sering diiringi oleh musik gambang secara digital daripada secara langsung, mengingat pengiring musik dalam tarian ini hanya sebagai pelengkap saja dan tidak menjadi satu kesatuan dalam tarian tersebut.

