Tari Hudoq, Tari Topeng Dari Kalimantan Timur
Minggu, 23 Mei 2021 - 13:20 WIBFoto: intisari
Tari Hudoq merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kalimantan Timur.
Tarian ini menggunakan topeng sebagai perwujudan leluhur, hewan, dan dewa. Tarian ini biasanya dibawakan pada saat pembukaan lahan pertanian atau pada saat usai menanam padi di sawah.
Menurut kepercayaan masyarakat Dayak, tarian ini merupakan ritual permohonan yang ditujukan kepada Tuhan agar hasil pertanian mereka diberikan hasil yang melimpah.
Nama Tari Hudoq sendiri diambil dari kata hudoq yang artinya menjelma. Maka dalam tarian ini penari menggunakan topeng sebagai perwujudan binatang atau hama yang dianggap merusak tumbuhan seperti tikus, gagak, monyet, babi dan binatang lainnya.
Selain itu juga terdapat topeng yang melambangkan elang yang dianggap sebagai pelindung dan menjaga hasil panen masyarakat Dayak dan ada juga topeng manusia yang disimbolkan sebagai nenek moyang atau nenek moyang mereka.
Dalam pertunjukannya, para penari tidak hanya menggunakan topeng saja. Namun para penari juga memakai pakaian yang terbuat dari kulit kayu yang dihiasi dengan jumbai berwarna hijau yang terbuat dari daun pisang atau daun kelapa.
Baju ini melambangkan daun yang diharapkan terus menghijau agar tanaman yang mereka tanam tumbuh subur seperti yang diharapkan.
Topeng yang mereka gunakan adalah topeng yang terbuat dari kayu dengan ukiran dan juga bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan perwujudan yang ingin ditampilkan.
Tak ketinggalan pula, penutup kepala yang dihiasi bulu tanduk yang menjadi ciri khas dan juga memiliki arti khusus bagi masyarakat suku Dayak.
Gerakan yang ditampilkan dalam tarian ini merupakan perpaduan antara gerakan tangan dan kaki. Dengan tubuh tegak para penari menggerakan tubuh ke kanan dan ke kiri di setiap langkahnya.
Tangan diayunkan ke atas dan ke bawah sambil menepuk paha. Gerakan berjalan dengan mengangkat dan menghentak ke tanah sehingga akan menimbulkan bunyi hentakan.
Gerakan kepala hanya mengangguk, jika mulut pada topeng dapat digerakkan maka topeng tersebut dapat terlihat seperti berbicara.
Dalam tarian ini para penari bergerak membentuk lingkaran barisan. Para penari berpindah dari satu sudut ke sudut lainnya hingga keempat sudut tersentuh.
Kemudian para penari akan duduk bersila dengan antrean panjang dan memanggil arwah.
Pada saat pemanggilan roh itulah roh mulai merasuki mereka seperti kerasukan. kemudian penari kembali menari seperti sebelum dan sesudah itu penari duduk kembali.
Setelah itu roh yang merasuki penari akan keluar dari tubuh mereka dan juga meninggalkannya.

